Antara Tong Kosong, Abu Janda, dan Ust. Felix Siauw

Posted on

Hingga akhirnya tokoh tong kosong ini bisa membuat followers mudah dipengaruhi akibat propaganda trending yang mereka ciptakan. Padahal, trending itu hanya berbunyi nyaring tanpa isi kebenaran. Hoax pun jadi konsumsi sehari-hari.

Saya juga ingin mengutip pandangan ahli geopolitik Timur Tengah Dr Christof Lehmann dalam artikel The Arab Spring story in a nutshell: Fake springs, post-modern coup d’etat” yang dimuat Global Reasearch. Pandangan Lehmann mengacu pada kecenderungan media masuk dalam pusaran besar propaganda politik di media sosial.

Dia mengambil sampel kasus Arab Spring 2011. Menurut dia, media menjadi bagian permainan besar yang melibatkan aktor-aktor bayaran yang punya tujuan untuk menghancurkan. Ibarat tong kosong, mereka ini hanya bertujuan membuat kegaduhan. Menggiring rakyat untuk terpecah belah dan saling membenci.

Menurut Lehmann, aktor-aktor di sosial media ini punya backup kekuatan modal dan beking politik tertentu. “Narasi gerakan yang mereka bangun (di media sosial) persuasif dan menipu. Mereka secara khusus menggunakan pemikir progresif, media, dan aktivis untuk mendorong gerakan (di media sosial),” kata Lehmann.

Arab Spring sudah menjadi contoh bagaimana potensi destruktif yang ditimbulkan tong kosong ini. Karena itu, penting bagi kita untuk mengkritisi siapa pun yang kini menyandang status selebritas sosial media, entah itu pangkatnya ustad betulan atau jadi-jadian. Ini agar kita tak mengimpor sosok tong kosong ini ke dalam negara kita tercinta.

Antara Tong Kosong, Felix Siauw, dan Abu Janda

Kebetulan di Indonesia saat ini ada dua sosok ‘seleb’ media sosial yang sama-sama punya banyak pengikut, yakni Felix Siauw dan Permadi Arya alias Abu Janda. Kebetulan dua sosok ini sama-sama baru saja viral lewat perdebatannya pada sebuah acara dialog di stasiun televisi swasta.

Kedua tokoh yang sama-sama dipanggil ustaz oleh pengikutnya itu mewakili dua kelompok berbeda. Mari kita sama-sama membedah latar belakang keduanya. Ini agar tak ada lagi tong kosong di antara kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *