Antara Tong Kosong, Abu Janda, dan Ust. Felix Siauw

Posted on

Untuk sosok Felix Siauw kita akan dengan mudah mencari tahu sepak terjangnya. Dia punya banyak karya yang bisa kita jumpai di toko buku-buku besar. Salah satunya buku best seller-nya Muhammad Al-Fatih 1453. Buku ini mendapat apresiasi luas dari kalangan pembaca terkait gaya penulisan dan isinya yang baik.

Di sisi lain, nama Felix jadi semakin dikenal karena dalam beberapa kesempatan usaha dakwahnya di beberapa daerah mendapat penolakan. Felix dianggap anti-NKRI karena dituding menyebarkan ajaran khilafah. Label-label anti-keberagaman dan anti-Pacasila disematkan padanya. Di sisi lain, Felix sendiri sejatinya hidup di tengah keberagaman keluarganya yang beda keyakinan.

Nah, di sisi lain Abu Janda adalah orang yang memproklamirkan diri sebagai orang yang pro-keberagaman. Dia pun mengklaim pro-Pancasila. Sama seperti Felix, pengikut Janda memanggil dirinya ustaz. Tapi di sisi lain, Janda ini kerap menyerang dan menuding secara verbal orang-orang yang dipetakannya sebagai kelompok intoleran, anti-NKRI, dan anti-Pancasila.

Tuduhan ini kerap dilemparkannya di sosial media. Hingga akhirnya mulai terdengarlah nama Abu Janda hingga ke dunia nyata. Tapi untuk melacak karya dan riwayat si Janda ini agak sulit.

Karyanya sulit dilacak selain unggahan di media sosial. Latar belakang pendidikannya juga agak sulit ditelusuri. Saat mencari artikel tentang si Janda ini, malah yang ditemukan adalah bantahan NU soal kaitan sosok Abu Janda ini.

“Dengan nama akun yang tidak jelas, kita mesti berhati-hati dengan akun model Abu Janda ini. Selain tidak jelas profilnya, kita masih meraba motif dan kepentingannya apa,” ujar Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni lewat artikel yang dimuat laman NU.or.id, 9 Januari 2017.

Terlepas dari sosoknya yang sulit dilacak, Abu Janda akhirnya tampil di dunia nyata lewat perdebatannya dengan Felix Siauw di sebuah acara televisi swasta. Lucunya di acara itu, pria yang di akunnya melabeli diri sebagai ustaz itu justru mengaku bukanlah ustaz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *