DUH PARAH! Bandung DIGELARI Kota Dengan Angka Suap Tertinggi, Bukti Anomali Kinerja Ridwan Kamil

Posted on

Sejak itu, papar Jerry, waktu yang dibutuhkan untuk proses perizinan terbilang lebih cepat.

“Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung mendapat penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori A dari 59 Kabupaten-Kota se Indonesia,” ungkap Jerry.

“Perbaikan sistem pelayanan publik tahun 2016, mengurangi ruang gerak praktek suap sehingga tak separah tahun 2017,” imbuh dia.

Jerry juga mengatakan, sebaik apapun sistem yang dibuat dan siapapun pimpinannya akan berhadapan dengan budaya suap yang telah lama menggurita. Menurut dia, untuk menekan perilaku suap tergantung juga dari sistem yang dikembangkan dan kemampuan pimpinan untuk mengendalikannya.

“Proses perizinan yang terlalu lama dan berbelit-belit menjadi salah satu faktor terjadinya transaksi suap antara birokrat dan pengusaha. Kondisi tersebut biasanya sengaja diciptakan agar pengusaha meminta percepatan keluarnya izin,” jelas pria yang menyelesaikan program Doktor di Amerika Serikat ini .

Adapun dengan tingginya persepsi suap Kota Bandung di tahun 2017 ini, Jerry menegaskan, hal itu menunjukkan Pemkot Bandung telah gagal membangun tata kelola perizinan yang cepat dan bebas suap.

Sebelumnya, TII menyebut persepsi suap di Kota Bandung mencapai 10,8% dari total biaya produksi. Makassar diketahui sebagai kota dengan persepsi suap terendah, yakni 1,8% dari total biaya produksi.

Ada 12 kota di Indonesia yang disurvei oleh TII. Bandung dipilih sebagai representasi Jawa Barat. Ke-12 kota tersebut adalah Bandung, Jakarta Utara, Pontianak, Pekanbaru, Balikpapan, Banjarmasin, Padang, Manado, Suarabaya, Semarang, Makassar, dan Medan.

Survei yang dikerjakan sepanjang Juli hingga Agustus 2017 tersebut melibatkan 1.200 pelaku usaha sebagai responden.

Sumber: Swamedium

Sumber : Portal-Islam.id