FAHRI HAMZAH, MENAKAR LOYALITAS POLITIK SANG “PEMBANGKANG”

Posted on

[Bedah Anatomi Politik]

FAHRI HAMZAH, MENAKAR LOYALITAS POLITIK SANG “PEMBANGKANG”



Oleh: Tengku Zulkifli Usman

(Analis Politik Dunia Islam & Internasional)Budaya memecah partai politik untuk memperlemah barisan oposisi itu hal biasa dalam rimba politik.

Setelah Pilpres 2014, Blok Jokowi langsung kerja keras menundukkan lawan lawannya satu persatu dari barisan pendukung Prabowo.

Abu Rizal Bakrie yang awalnya memimpin Golkar dan mendukung pasangan Prabowo Hatta dipaksa menyerahkan Golkar kepada Agung Laksono yang kemudian membawa Golkar ke barisan Jokowi.

Suryadharma Ali yang awalnya memimpin PPP dibelah dengan cara SDA nya ditetapkan tersangka, lalu PPP diperebutkan Romahurmuziy sama Djan Faridz.

Romi blok Jokowi dan Djan Faridz blok SDA dan Prabowo, PPP diakuisisi, Djan Faridz terjungkal, Romi bawa PPP ke kubu Jokowi sampai saat ini.

Begitu juga PAN, Walaupun terlihat normal seolah tanpa dipecah, sebenarnya setting PAN agar merapat ke kubu Jokowi sudah dimainkan secara cantik, endingnya Hatta Rajasa ketum PAN lama disingkirkan dan diganti Zulkifli Hasan, plus kursi ketua MPR RI, PAN under control.

Tinggal lah PKS dan Gerindra yang kokoh beroposisi, Gerindra tidak mungkin dipecah karena sosok prabowo terlalu kuat, maka Gerindra kokoh sampai saat ini.

Setali tiga uang, PKS juga dibidik, Bukan tidak ada upaya memecah PKS, lawan PKS terakhir ingin memainkan isu pemecatan Fahri Hamzah untuk membelah partai ini.

Namun, sikap nonkompromistis Fahri membuat lawan PKS mati gaya, dikira Fahri bisa dinego dan disetir seperti Agung Laksono di Golkar dan Romi di PPP, Fahri cuek bebek sama orang jahat diluar sana yang ingin mengobok obok PKS dari dalam.

Seandainya saja Fahri Hamzah mau “Bermain mata” dengan rezim dan lawan politik PKS, tentu bukan tugas berat bagi rezim untuk menuntaskan PKS lewat drama ini.

Bermodal SK kemenkumham nya Jokowi Yasonna Laoly yang super sakti itu, PPP dan Golkar sukses dibuat jinak dan bertekuk lutut, masyarakat awam gak akan paham detail operasi politik model begitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *