FAHRI HAMZAH, MENAKAR LOYALITAS POLITIK SANG “PEMBANGKANG”

Posted on

Disini mental kenegarawanan Fahri Hamzah diuji dan secara kalkulasi politik dia sudah menang, Fahri tidak tergiur untuk berkhianat ke PKS, Dia fokus menghadapi masalah ini lewat jalur hukum secara profesional.

Walaupun gugatan Fahri dikabulkan dan dalam putusan sidang profisi dia menang, tidak membuat Fahri berpikir pongah dan mikir macam macam, hari hari nya dia jalani seperti biasa sebagai wakil rakyat.

Dia memilih menangis karena dipecat partai, tanda masih ada cinta dalam hatinya kepada partai dakwah ini, karena sekali lagi secara politik, PKS lebih “membutuhkan” Fahri ketimbang Fahri “membutuhkan” PKS.

Padahal dengan posisinya saat ini, hampir tidak ada parpol atau entitas politik di negeri ini yang tidak melirik kepada Fahri Hamzah.

Dalam kegentingan kondisi ini, Fahri tetap memberikan sinyal “Tidak” kepada yang namanya khianat dan sikap oportunis khas tokoh politik lain si partai lain.

Sikapnya teguh, dia hanya ingin kembali ke rumah keluarganya PKS, sambil terus bersabar hingga putusan pengadilannya incracht nantinya.

Saya mendengar dan membaca banyak tulisan juga cibiran terhadap Fahri Hamzah, mulai dari pak ahok yang meneyebut Fahri sebagai legislator independen.

Sampai banyak kader PKS yang menghujat dan melabeli Fahri sebagai pembangkang. Jujur, saya gak paham nalar yang dipakai oleh para pencibir tersebut terutama dari kalangan kader.

Seolah semua kebaikan Fahri Hamzah dihapus begitu saja, seperti Hitler yang menghapus jasa besar jenderal Erwin Rommel dimata rakyat Jerman setelah Jerman mengalami kekalahan di front pertempuran al amien afrika dalam perang dunia II.

Para pencibir Fahri Hamzah seolah ingin mengatakan bahwa jasa mereka kepada partai lebih besar daripada jasa jasa Fahri kepada partai, tanpa mau melihat kinerja Fahri secara fair dan mau mendengar langsung pendapat rakyat NTB yang diwakili Fahri.

Ditengah berbagai cibiran dan hujatan itu, jiwa besar Fahri hanya berkata singkat dan santai “Kita Besar Karena kita punya Pendapat yang Berbeda”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *